Scroll untuk baca artikel
Supala Media
Supala Media
Daerah

Dinkes Pinrang Dorong Budaya Hidup Bersih melalui Edukasi Cuci Tangan di Sekolah

×

Dinkes Pinrang Dorong Budaya Hidup Bersih melalui Edukasi Cuci Tangan di Sekolah

Sebarkan artikel ini
Dinkes Pinrang Dorong Budaya Hidup Bersih melalui Edukasi Cuci Tangan di Sekolah Supalamedia

Membiasakan cuci tangan pakai sabun sejak usia sekolah menjadi langkah penting menjaga kesehatan anak. Dinas Kesehatan Pinrang menggelar Kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di UPT SDN 287 Pinrang, Jumat (25/9/2026), sebagai penutup edukasi di 13 sekolah dasar.

Kepala Dinas Kesehatan Pinrang dr. H. Ramli Yunus, M.Kes., mengatakan kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan dapat memberikan perlindungan penting bagi anak dari berbagai penyakit yang ditularkan melalui tangan.

Supala Media

Menurutnya, pembiasaan itu perlu dilakukan konsisten, terutama sebelum makan, setelah menggunakan toilet, maupun setelah aktivitas yang memungkinkan tangan terpapar kuman.

“Kebiasaan menjaga kebersihan tangan yang didukung konsumsi makanan bergizi membantu anak tumbuh sehat, aktif, dan mampu mengikuti proses belajar dengan baik,” ujarnya.

Ketua Tim Kerja Promosi Kesehatan Dinkes Pinrang Hj. Kasmawati, S.K.M., M.Kes., menjelaskan edukasi kepada siswa tidak hanya berisi pemahaman pentingnya CTPS, tetapi juga praktik cara mencuci tangan yang benar serta waktu yang tepat untuk melakukannya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pinrang Andi Macca Moenta, S.Sos., menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, sekolah berperan penting membentuk kebiasaan positif anak sehingga perilaku hidup bersih tidak berhenti di lingkungan sekolah, tetapi diterapkan pula dalam kehidupan keluarga.

Dukungan juga datang dari Pokja IV Tim Penggerak PKK Pinrang yang turut memberikan edukasi mengenai pencegahan anemia. Edukasi ini menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat perhatian terhadap kesehatan anak dan generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Pemkab Pinrang berharap kebiasaan mencuci tangan dengan benar tidak sekadar menjadi materi edukasi, tetapi tumbuh menjadi bagian dari keseharian siswa.(*)

Supala Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan bahwa Anda manusia: 5   +   9   =