Kota Parepare mencatatkan rata-rata pengeluaran biaya hidup tertinggi di kawasan Ajatappareng, yakni mencapai Rp1.642.059 per kapita setiap bulannya. Berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) mengenai pengeluaran per kapita di Sulawesi, Parepare menempati peringkat ke-7 dalam daftar 15 daerah dengan biaya hidup termahal di pulau tersebut.
Posisi ini menempatkan Kota Parepare sebagai daerah dengan tingkat pengeluaran bulanan tertinggi di antara kabupaten tetangganya di kawasan Ajatappareng, yaitu Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Pinrang, Barru, dan Enrekang.
Perbandingan Kawasan Ajatappareng
Baca Juga:
Berdasarkan data BPS, empat kabupaten penyangga di kawasan Ajatappareng berada di luar jajaran 15 besar daerah dengan biaya hidup termahal di Sulawesi. Hal ini menunjukkan pengeluaran rata-rata bulanan masyarakat di keempat kabupaten tersebut berada di bawah ambang batas peringkat ke-15 (Kabupaten Kolaka dengan Rp1.577.273/bulan).
Secara karakteristik ekonomi daerah, terdapat beberapa faktor konteks yang memengaruhi perbedaan pola pengeluaran ini:
Kota Parepare (Peringkat 7 Sulawesi — Rp1.642.059/bulan): Tingginya angka pengeluaran sejalan dengan status Parepare sebagai kota otonom yang berfungsi sebagai pusat jasa, perdagangan regional, dan simpul transportasi pelabuhan di Sulawesi Selatan bagian utara. Dinamika konsumsi masyarakat perkotaan serta struktur biaya jasa urban menjadi pendorong utama tingginya rata-rata pengeluaran.Baca Juga:
Pinrang & Sidrap: Sebagai daerah yang dikenal luas sebagai lumbung pangan dan sentra produksi beras utama di Sulawesi Selatan, ketersediaan komoditas pangan primer yang melimpah turut menopang keterjangkauan harga kebutuhan harian masyarakat.
Baca Juga:
Barru: Dukungan sektor pertanian dan perikanan tangkap, serta letak geografisnya di jalur perlintasan utama pesisir barat, membantu menjaga kelancaran distribusi logistik dan stabilitas harga barang.
Enrekang: Karakteristik daerah berbasis agrowisata dan komoditas hortikultura (sayuran dan perkebunan) mendukung pola konsumsi berbasis pasokan lokal yang relatif efisien.Baca Juga:
Daya Beli dan Efisiensi Kawasan
Tingginya rata-rata pengeluaran di Kota Parepare mencerminkan perputaran uang dan aktivitas ekonomi perkotaan yang dinamis. Namun, kondisi ini sekaligus menegaskan pentingnya pengendalian inflasi daerah guna menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Baca Juga:
Di sisi lain, keberadaan Pinrang, Sidrap, Barru, dan Enrekang sebagai hinterland atau daerah penunjang berperan penting dalam menjaga efisiensi biaya hidup serta ketahanan pangan di seluruh kawasan Ajatappareng.









