Tottenham terancam rugi Rp5,6 triliun apabila harus terdegradasi dari kompetisi Liga Inggris. Penurunan kasta ke divisi bawah diperkirakan akan memberikan dampak finansial yang sangat besar bagi klub asal London tersebut.
Ancaman kerugian ini muncul karena sebagian besar pendapatan klub berasal dari hak siar, sponsor, serta pemasukan pertandingan yang terkait langsung dengan status mereka di Liga Inggris.
Tottenham Terancam Rugi Rp5,6 Triliun dari Hak Siar
Tottenham terancam rugi Rp5,6 triliun terutama dari potensi hilangnya pendapatan hak siar televisi. Liga Inggris dikenal sebagai salah satu kompetisi sepak bola dengan nilai hak siar tertinggi di dunia.
Baca Juga:
Jika sebuah klub terdegradasi, nilai hak siar yang diterima akan turun drastis karena mereka tidak lagi bermain di kompetisi utama tersebut.
Penurunan ini menjadi salah satu pukulan finansial terbesar yang bisa dialami klub.
Dampak pada Sponsor dan Pendapatan Komersial
Selain hak siar, Tottenham juga berpotensi kehilangan sebagian besar pendapatan komersial jika terdegradasi. Banyak sponsor biasanya menilai eksposur Liga Inggris sebagai faktor utama dalam kerja sama bisnis.
Ketika klub turun kasta, nilai promosi yang didapat sponsor juga menurun. Hal ini dapat memengaruhi kontrak kerja sama yang sudah berjalan.
Akibatnya, pemasukan dari sektor sponsor dan komersial juga berpotensi menurun signifikan.
Pendapatan Hari Pertandingan Bisa Menurun
Tottenham terancam rugi Rp5,6 triliun juga karena potensi turunnya pendapatan dari pertandingan kandang. Jumlah penonton biasanya menurun ketika klub tidak lagi bermain di kompetisi kasta tertinggi.
Pertandingan di divisi bawah umumnya tidak memiliki daya tarik sebesar Liga Inggris. Kondisi ini berdampak pada penjualan tiket, merchandise, serta aktivitas ekonomi di stadion.
Pendapatan hari pertandingan menjadi salah satu sumber finansial penting bagi klub besar.
Risiko Finansial bagi Klub Besar
Bagi klub dengan struktur keuangan besar seperti Tottenham, degradasi dapat menimbulkan tantangan serius. Beban gaji pemain dan biaya operasional biasanya disusun dengan asumsi klub bermain di Liga Inggris.
Jika pendapatan menurun drastis, klub harus melakukan berbagai penyesuaian keuangan. Hal ini dapat mencakup pengurangan biaya operasional hingga penjualan pemain.
Karena itu, menjaga posisi di Liga Inggris menjadi prioritas utama bagi klub agar stabilitas finansial tetap terjaga.






