SUPALAMEDIA–Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak akan terpengaruh oleh kebijakan efisiensi anggaran yang tengah digalakkan pemerintah.
Menurutnya, masih terdapat banyak pos belanja lain yang dapat dihemat tanpa harus mengorbankan program prioritas nasional tersebut.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sesi diskusi bersama jurnalis dan pengamat beberapa waktu lalu, sebagaimana dari berbagai medi pada Rabu (25/3/2026). Ia menyatakan keyakinannya bahwa langkah penghematan yang diambil saat ini tidak perlu berujung pada pemotongan anggaran MBG.
Baca Juga:
“Jadi, jangan ke arah ‘oke ada krisis, nanti kita hentikan MBG’. Iya kan? Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat. Masih banyak,” ujar Prabowo.
Dalam keterangannya, Presiden merinci sejumlah pos anggaran yang menjadi sasaran pemangkasan, antara lain biaya seremonial, pembelian alat tulis kantor, serta pengeluaran untuk rapat dan seminar di luar kantor. Ia menilai kegiatan-kegiatan tersebut sering kali tidak menyentuh persoalan utama seperti pengentasan kemiskinan dan penciptaan lapangan kerja.
Selain itu, pemerintah juga menyoroti kebiasaan pengadaan barang rutin, seperti komputer dan perlengkapan kantor, yang dinilai dilakukan hampir setiap tahun. Menurut Prabowo, efisiensi belanja rutin yang tidak esensial ini masih menyisakan ruang penghematan yang sangat besar bagi instansi pemerintah.
Baca Juga:
Di sisi lain, Prabowo memastikan bahwa program MBG tetap menjadi prioritas karena memberikan dampak ganda. Ia mengungkapkan bahwa selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan menekan angka stunting, program ini juga menciptakan lapangan kerja melalui rantai pasok makanan hingga sisi produksi.
“Saya haqul yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya, 2029 kita lihat,” tegas Presiden.
Dengan adanya ruang efisiensi di berbagai pos belanja lain, Prabowo menyakinkan masyarakat bahwa pemerintah memiliki kapasitas fiskal yang cukup untuk membiayai MBG tanpa perlu melakukan pemotongan terhadap program tersebut.(*)









