Scroll untuk baca artikel
Supala Media
Supala Media
Daerah

SDABK Petakan Areal Pertanian di Padang Loang

×

SDABK Petakan Areal Pertanian di Padang Loang

Sebarkan artikel ini
SDABK Petakan Areal Pertanian di Padang Loang Supalamedia

SUPALEMEDIA—Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) meninjau areal pertanian di Dusun Banga, Desa Padang Loang, Kecamatan Patampanua, Rabu (10/9/2026). Areal tersebut merupakan bagian dari Daerah Irigasi (DI) Banga.

Peninjauan ini menjadi langkah awal mencari alternatif sumber air yang dapat dimanfaatkan petani, khususnya saat musim kemarau. Di lokasi tersebut terdapat cekdam yang selama ini menjadi salah satu sumber air untuk mendukung kebutuhan pertanian.

Supala Media

Selain itu, areal persawahan juga memperoleh dukungan pompanisasi yang mengambil sumber air dari saluran induk Rappang, saluran pembuang, serta pompa tenaga listrik.

Kondisi di lapangan menunjukkan sebagian areal persawahan memasuki masa panen, sementara sebagian lainnya mengalami kekeringan bahkan puso akibat keterbatasan air.

Kepala Dinas SDABK Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah, mengatakan peninjauan ini merupakan bagian dari upaya mencari solusi agar kebutuhan air pertanian masyarakat dapat dipenuhi, khususnya saat debit air irigasi menurun.

“Survei awal ini dilakukan untuk mengetahui kondisi dan potensi sumber air tanah di wilayah tersebut. Jika nantinya berdasarkan hasil kajian lokasi ini masuk dalam kawasan Cekungan Air Tanah, maka akan diusulkan untuk mendapatkan dukungan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) melalui BBWS Pompengan Jeneberang,” ujar Bachrumsyah.

Menurutnya, tim melakukan survei awal dengan mengambil titik koordinat di sekitar lokasi untuk mengetahui apakah wilayah tersebut masuk dalam kawasan Cekungan Air Tanah (CAT).

Bachrumsyah menjelaskan, apabila usulan tersebut terealisasi, keberadaan jaringan irigasi air tanah diharapkan menjadi sumber air alternatif bagi areal persawahan masyarakat. Hal ini akan membantu petani ketika pasokan air dari jaringan irigasi utama mengalami keterbatasan, terutama saat musim kemarau panjang.

Upaya tersebut juga diharapkan mengurangi risiko gagal panen dan puso, sekaligus memberikan kepastian lebih baik bagi petani dalam mengatur pola tanam dan mempertahankan produktivitas lahan.

Pemkab Pinrang terus mendorong pemanfaatan berbagai sumber daya air yang tersedia dengan tetap memperhatikan kajian teknis dan kewenangan masing-masing pihak. (*)

Supala Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 0   +   10   =