Scroll untuk baca artikel
Supala Media
Supala Media
Daerah

Tekan Stunting, Dinkes Target di Bawah 19 Persen.

×

Tekan Stunting, Dinkes Target di Bawah 19 Persen.

Sebarkan artikel ini
Tekan Stunting, Dinkes Target di Bawah 19 Persen. Supalamedia

Angka stunting Kabupaten Pinrang yang kini berada di 22,22 persen ditargetkan turun menjadi di bawah 19 persen pada 2026. Target itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pinrang dr. H. Ramli Yunus, M.Kes. saat menutup rangkaian kunjungan kerja di Puskesmas Salimbongan, Sabtu (12/9).

Kunjungan ke-19 sekaligus penutup roadshow puskesmas se-Kabupaten Pinrang tersebut dirangkaikan dengan Lokakarya Mini (Lokmin) Lintas Klaster di Aula Puskesmas Salimbongan. Sebelum mengikuti lokmin, Ramli bersama jajaran meninjau Puskesmas Pembantu (Pustu) Malong di Desa Ulusaddang untuk memastikan kesiapan pelayanan di wilayah itu.

Supala Media

Menurut Ramli, penguatan intervensi stunting menjadi bagian penting agar deteksi masalah kesehatan dilakukan sedini mungkin. Ia menekankan setiap program kesehatan tidak boleh berhenti pada pencapaian administrasi, tetapi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Upaya penurunan stunting ini bukan sekadar angka. Ini menyangkut tumbuh kembang anak dan kualitas generasi Pinrang ke depan,” ujarnya.

Untuk mengejar target tersebut, Dinas Kesehatan memperkuat peran tenaga gizi, pemberian makanan tambahan, serta pendampingan keluarga berisiko. Strategi itu diharapkan memberi dampak langsung terhadap tumbuh kembang anak.

Selain stunting, Dinas Kesehatan menyoroti percepatan penemuan dan penanganan tuberkulosis (TB) serta perluasan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Capaian CKG Puskesmas Salimbongan sebesar 90 persen merupakan yang tertinggi di Kabupaten Pinrang dan mendapat apresiasi dari Dinas Kesehatan.

Pada penanganan TB, Dinas Kesehatan mendorong peningkatan kualitas pelacakan dan pemeriksaan agar masyarakat yang terindikasi dapat segera memperoleh pengobatan, sekaligus mencegah penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Dinas Kesehatan juga mengapresiasi inovasi Pusaka Sakti Puskesmas Salimbongan sebagai basis data terpadu. Pemanfaatan data yang baik diharapkan membantu tenaga kesehatan menentukan sasaran intervensi secara lebih tepat.

Ramli meminta seluruh tenaga kesehatan menjaga kedisiplinan, etika pelayanan, dan koordinasi lintas sektor. “Lakukan yang kita tulis dan tulis yang kita lakukan. Semua persoalan pelayanan harus diselesaikan secara berjenjang dan setiap kebutuhan disampaikan secara terbuka agar dapat ditindaklanjuti,” tegasnya.

Kunjungan di Salimbongan menjadi penutup roadshow puskesmas se-Kabupaten Pinrang. Rangkaian ini menjadi bagian dari upaya memastikan program kesehatan berjalan efektif di lapangan, sekaligus mengidentifikasi kebutuhan dan kendala agar pelayanan kepada masyarakat terus diperbaiki. (*)

Supala Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   2   =