Scroll untuk baca artikel
Supala Media
Supala Media
Daerah

Beras Tak Layak Kembali Ditemukan di Desa Mattombong, Sudah Kedua Kali

×

Beras Tak Layak Kembali Ditemukan di Desa Mattombong, Sudah Kedua Kali

Sebarkan artikel ini
Beras Tak Layak Kembali Ditemukan di Desa Mattombong, Sudah Kedua Kali Supalamedia
Stok beras di gudang bulog pinrang

Kepala Desa Mattombong, Tahir, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat Desa Mattombong dan pihak Bulog terkait penolakan bantuan pangan beras yang didistribusikan pada Kamis pekan lalu. Langkah tegas ini diambil oleh Pemerintah Desa demi memastikan bantuan yang diterima warga berkualitas layak dan aman dikonsumsi.

Dalam unggahan video di media sosial Facebook pada Senin, 14 September 2026, Tahir mengungkapkan bahwa stok beras bantuan yang masuk ke desanya terpaksa ditolak karena kondisi fisiknya memprihatinkan. Beras tersebut diketahui sudah berkutu dan sebagian besar telah mengeras sehingga dianggap tidak layak disalurkan kepada warga penerima manfaat.

Supala Media

Tahir menegaskan bahwa penolakan tersebut bukan merupakan bentuk penolakan terhadap program bantuan, melainkan upaya perlindungan hak-hak warga Desa Mattombong agar mendapatkan perlakuan yang sama dengan warga desa lain di Kabupaten Pinrang. Pemerintah Desa Mattombong juga menyatakan telah mengamankan barang bukti berupa rekaman video kondisi beras rusak tersebut.

Atas kondisi ini, Pemerintah Desa Mattombong mendesak Bulog untuk segera merealisasikan pengiriman ulang bantuan pangan yang layak dan berkualitas bagi masyarakat Desa Mattombong.

Kejadian ini merupakan yang kedua kalinya. Kedes Mattabombong juga menolak beras bantuan Bulog Pinrang.

Pimpinan Cabang (Pincab) Bulog Pinrang, Faizal Jafar, mengatakan bahwa beras yang disalurkan kepada masyarakat pada dasarnya adalah beras kualitas medium.

Beras tersebut diserap langsung dari petani lokal melalui berbagai pengolahan penggilingan mitra.

“Memang kualitas beras yang kami keluarkan adalah beras medium yang diserap dari petani lokal. Namun, jika ada beras yang diterima masyarakat dianggap kurang layak, kami siap menerima kembali untuk diperbaiki dan disalurkan ulang,” ujar Faizal Jafar, saat wawancara dengan sejumlah awak media di ruang kerjanya, Senin kemarin

Ia berjanji segera menganti dengan yang lebih layak dibandingkan sebelumnya. Kami selalu berupaya memberikan yang terbaik.

Faizal menerangkan perbedaan tampilan atau kualitas fisik beras di lapangan dapat terjadi karena beras yang diserap berasal dari banyak pabrik penggilingan dan varietas padi yang berbeda-beda. Meski demikian, Bulog menegaskan bahwa secara standar operasional, seluruh beras bantuan yang disalurkan tetap mengacu pada standar beras medium.

“Kami mengimbau warga untuk tenang. Bulog terus berupaya maksimal dalam penyaluran bantuan ini. Setiap beras yang disalurkan akan kami periksa dengan teliti agar dipastikan bersih, layak, dan aman untuk dikonsumsi masyarakat,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Kabupaten Pinrang, Soemarlin Putra, sangat menyayangkan hal tersebut kembali terulang. Beras yang diduga berkutu dalam pembagian bantuan di Desa Mattombong merupakan kejadian yang kedua kalinya.

Menurutnya, kejadian ini sangat memprihatinkan karena merupakan kasus yang kembali terulang.

“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini sudah kedua kalinya terjadi di Desa Mattombong. Kalau kejadian sebelumnya tidak dievaluasi hingga kembali terulang, berarti pengawasan dan evaluasi Bulog patut dipertanyakan,” tegas Soemarlin.

Soemarlin meminta Kepala Bulog bertanggung jawab dan segera melakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami meminta Bulog Cabang Pinrang dievaluasi menyeluruh jika tidak mampu memastikan kualitas beras bantuan yang diterima masyarakat. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat lemahnya pengawasan,” tegasnya.(*)

Supala Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 9   +   1   =