Pemerintah Kabupaten Pinrang menyiagakan dua unit mobile pump (pompa bergerak) berkapasitas masing-masing 500 liter per detik di Kantong Lumpur Saluran Induk Pekkabata, Selasa (15/9).
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi penurunan debit air irigasi akibat musim kemarau di wilayah Kecamatan Duampanua.
Dua unit pompa air tersebut merupakan bantuan pinjam-pakai dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan–Jeneberang guna mendukung produktivitas lahan pertanian setempat.
Baca Juga:
“Mobile pump ini kita operasikan sebagai upaya menambah debit air di Saluran Induk Pekkabata. Harapannya, keterbatasan air akibat kemarau dapat ditekan sehingga kebutuhan air untuk lahan pertanian masyarakat tetap bisa terpenuhi,” ujar Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Pinrang, Bachrumsyah, Selasa (15/9).
Bantuan pompa diserahkan oleh petugas Operasi dan Pemeliharaan BBWS Pompengan–Jeneberang yang didampingi Ketua Unit Pengelolaan Irigasi, serta diterima langsung oleh Bachrumsyah bersama Kabid Operasi dan Pemeliharaan SDABK Pinrang, Ruslan.
Bachrumsyah menegaskan kolaborasi lintas sektor ini menjadi krusial untuk menjaga ketahanan pangan dan meminimalkan kerugian petani selama musim kemarau.
Baca Juga:
Sebelum penyerahan mobile pump ini, Pemkab Pinrang juga telah melakukan penyedotan air dari Sungai Saddang ke Saluran Induk Pekkabata sebagai langkah darurat menjaga pasokan air persawahan warga.(*)









