Pemerintah Kabupaten Pinrang terus memperkuat komitmen percepatan pencegahan dan penurunan stunting melalui penguatan sinergi lintas sektor.
Upaya itu ditegaskan kembali dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting Kabupaten Pinrang, Senin (14/9).
Rapat koordinasi tersebut menjadi momentum penyatuan langkah seluruh pemangku kepentingan agar program penanganan stunting berjalan terarah, terpadu, dan bermanfaat nyata bagi masyarakat.
Baca Juga:
Pasalnya, upaya menekan angka stunting tidak hanya berkaitan dengan intervensi kesehatan, tetapi juga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan, sanitasi, pendidikan, hingga peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan keluarga.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pinrang dr. H. Ramli Yunus memaparkan perkembangan penanganan stunting di Kabupaten Pinrang yang menunjukkan tren positif. Angka stunting terus menurun dari tahun ke tahun hingga pada 2024 berada di angka 5,3 persen.
Capaian itu menjadi modal penting untuk memperkuat intervensi agar penurunan prevalensi stunting tidak berhenti pada angka statistik, tetapi berimplikasi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya anak-anak sebagai generasi penerus.
Baca Juga:
Bupati Pinrang H. A. Irwan Hamid, S.Sos., dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh sektor.
Menurutnya, anggapan bahwa stunting hanya menjadi urusan sektor kesehatan perlu diubah. Persoalan stunting memiliki keterkaitan erat dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat sehingga diperlukan konvergensi program dan kolaborasi seluruh perangkat daerah bersama pemangku kepentingan terkait.
“Dalam perang melawan stunting, semua sektor harus bergerak bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, karena penyebab dan dampaknya berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat,” ujar Bupati Irwan.
Baca Juga:
Oleh karena itu, Bupati Irwan berharap setiap perangkat daerah mengambil peran sesuai tugas dan kewenangannya masing-masing. Program yang dijalankan diharapkan saling melengkapi agar intervensi kepada masyarakat lebih tepat sasaran, terutama bagi keluarga yang berisiko stunting.
Bupati Irwan menambahkan, keberhasilan penanganan stunting pada akhirnya harus dirasakan langsung oleh masyarakat melalui meningkatnya akses terhadap makanan bergizi, pelayanan kesehatan, sanitasi layak, lingkungan sehat, serta pengetahuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak.
Sementara itu, Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi, S.IP., M.Si., yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Pinrang, berharap rapat koordinasi tersebut kembali menyatukan tekad seluruh pihak untuk mempertahankan tren positif penurunan angka stunting di Kabupaten Pinrang.
Baca Juga:
Menurutnya, capaian yang telah diperoleh harus menjadi motivasi untuk mengevaluasi dan memperbaiki berbagai program yang masih membutuhkan penguatan. Dengan kerja bersama, intervensi terhadap keluarga berisiko stunting diharapkan semakin efektif dan mampu memberikan perlindungan lebih baik bagi tumbuh kembang anak.
“Yang paling penting adalah bagaimana setiap program yang kita lakukan benar-benar sampai kepada masyarakat dan memberikan manfaat, khususnya dalam memastikan anak-anak Pinrang tumbuh sehat, memiliki gizi yang baik, dan dapat berkembang secara optimal,” ujar Sudirman.
Apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten Pinrang juga disampaikan Asisten Deputi Peningkatan Gizi dan Pencegahan Stunting Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jelsi Natalia Marampa.
Baca Juga:
Ia mengapresiasi komitmen yang dinilai kuat dari Bupati, Wakil Bupati, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Pinrang dalam mendorong percepatan penanganan stunting.
Dengan capaian penurunan prevalensi yang telah diperoleh, Pemerintah Kabupaten Pinrang diharapkan terus mempertahankan kolaborasi lintas sektor dan memperkuat intervensi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut pada akhirnya diharapkan mampu melahirkan generasi Pinrang yang lebih sehat, memiliki kualitas tumbuh kembang yang baik, dan siap menjadi sumber daya manusia yang produktif di masa mendatang.
Dengan demikian, keberhasilan penanganan stunting bukan hanya menjadi capaian pemerintah, tetapi juga investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pinrang. (*)









