Gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman meninjau kondisi debit air di Bendungan Benteng, Kabupaten Pinrang, Ahad (20/9/2026). Dalam kunjungan itu, ia meminta tiga kabupaten Pinrang, Sidrap, dan Wajo menggelar musyawarah bersama sebelum musim tanam berikutnya.
Menurut Gubernur, jadwal turun sawah di tiga kabupaten perlu disepakati bersama. Jika satu daerah mulai menanam lebih awal sementara daerah lain belum, air irigasi bisa terpakai tidak merata dan sebagian petani berisiko kekurangan pasokan. Karena itu, ia mendorong musyawarah sebelum masa tanam dimulai.
“Perlu ada tudang sipulung (musyawarah) bersama sebelum turun sawah secara serentak agar pembagian air di tiga kabupaten ini bisa optimal,” katanya.
Baca Juga:
Sebelumnya, Gubernur bersama Bupati Pinrang Andi Irwan Hamid dan Wakil Bupati Sudirman Bungi meninjau pompanisasi di Sungai Saddang. Peninjauan didampingi jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang.
Pompanisasi di Sungai Saddang diarahkan untuk mengoptimalkan pasokan air ke Saluran Induk Pekkabata di Desa Massewae, Kecamatan Duampanua.
Gubernur mengatakan kunjungan tersebut untuk melihat langsung kondisi irigasi yang mengalami penurunan debit akibat kemarau.
Baca Juga:
“Langkah nyata telah kami lakukan dengan memberikan bantuan pompanisasi dan operasional agar debit air semakin tinggi untuk menyelamatkan pertanian di Kabupaten Pinrang,” ujarnya.
Ia juga mendorong normalisasi aliran irigasi dari wilayah hulu untuk mengoptimalkan distribusi air pada musim tanam berikutnya.
Pada kunjungan itu, Gubernur menyerahkan bantuan pertanian kepada Pemkab Pinrang berupa 1 unit traktor roda empat, 1 unit traktor roda dua, 10 unit pompa Alcon 3 inci, 1 unit pompa 6 inci, 10 unit sumur bor, serta anggaran Rp317.313.700 untuk penyewaan 10 unit pompa ponton.
Baca Juga:
Turut hadir Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura (Distanhorti) Pinrang A. Sinapati Rudi, Kepala Dinas PSDA-BK Bahrumsyah, dan Kepala Dinas Bimacipta Awaluddin Maramat. (Red)









