SUPALAMEDIA– Gagal panen yang menimpa petani padi di Kabupaten Pinrang mendorong berbagai pihak meminta pemerintah daerah (Pemda) segera mengambil langkah konkret. Salah satu yang paling mendesak adalah fasilitasi relaksasi pembayaran pinjaman petani ke perbankan.
Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Pinrang, Ardi, menilai sebagian besar petani mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai modal tanam padi. Namun, kegagalan panen membuat mereka kesulitan membayar cicilan.
“Pemerintah daerah harus mulai memikirkan cara memfasilitasi petani kepada pihak perbankan guna meminta relaksasi pembayaran KUR. Banyak petani kita, terutama petani padi, yang pasti mengalami kesulitan pembayaran akibat gagal panen,” ujar Ardi.
Baca Juga:
Menurut Ardi, situasi petani saat ini sangat memprihatinkan. Ia menekankan persoalan ini tidak hanya menyangkut keuangan, tetapi juga kelangsungan hidup petani dan keluarganya. PDPM Pinrang mendorong pemerintah segera mengambil kebijakan untuk membantu petani yang kesulitan mengembalikan utang KUR.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pinrang mendapat kritik dari petani terkait klaim hasil panen 9-10 ton per hektare. Para petani mengaku angka riil di lapangan jauh dari harapan, bahkan banyak yang mengalami gagal panen
Berdasarkan data pemerintah
musim tanam kali ini menyebabkan penurunan produksi di lahan seluas 1.310 hektar. (*)









