SUPALAMEDIA– Pemerintah Kabupaten Pinrang terus berupaya mengantisipasi dampak fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung lebih panjang pada tahun ini. Sebagai daerah penyangga pangan nasional, Pinrang tidak ingin sektor pertanian terganggu hingga berimbas pada penurunan produksi.
Hal itu terungkap saat Bupati Pinrang, H. A. Irwan Hamid, S.Sos, mengikuti rapat koordinasi bersama Menteri Pertanian Republik Indonesia, Senin kemarin.
Dalam rapat tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan langkah mitigasi strategis. Antara lain optimalisasi pompanisasi, pengelolaan jaringan irigasi, serta pemanfaatan sumber air alami untuk menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian.
Baca Juga:
Menanggapi hal itu, Bupati Irwan menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pinrang siap memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada.
“Langkah ini sangat penting agar produksi pertanian tetap terjaga. Harapannya, petani tidak mengalami penurunan hasil panen yang berdampak langsung pada pendapatan dan kesejahteraan mereka,” ujar Bupati Irwan.
Ia juga menyebutkan bahwa koordinasi lintas sektor akan terus diperkuat, termasuk dengan Kementerian Pertanian serta Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan–Jeneberang. Hal ini guna memastikan sistem irigasi tetap berfungsi optimal di tengah ancaman kekeringan.
Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Pinrang optimistis langkah antisipatif ini mampu menjaga stabilitas produksi, menjamin ketersediaan pangan, serta mencegah lonjakan harga akibat terganggunya hasil pertanian. Dengan demikian, sektor pertanian tetap menjadi penopang utama perekonomian daerah dan ketahanan pangan masyarakat luas. (*)









