Scroll untuk baca artikel
Supala Media
Supala Media
Daerah

Debit Air Bendungan Benteng Turun, 75 Hektare Sawah di Pinrang Kekeringan

×

Debit Air Bendungan Benteng Turun, 75 Hektare Sawah di Pinrang Kekeringan

Sebarkan artikel ini
Debit Air Bendungan Benteng Turun, 75 Hektare Sawah di Pinrang Kekeringan Supalamedia
Bupati Irwan Hamid meninjau kondisi air di bendungan benteng

SUPALAMEDIA — Debit air Bendungan Benteng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, turun drastis hingga 70–74 meter kubik per detik akibat musim kemarau, menyebabkan sedikitnya 75 hektare lahan sawah mengalami kekeringan parah di dua kecamatan.

Kepala Bidang Perairan Desa Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Pinrang, Muhammad Husni Nakka, mengatakan kekeringan terparah terjadi di wilayah Jampue seluas 40 hektare dan Suppa seluas 35 hektare.

Supala Media

“Debit saat ini hanya sekitar 70 kubik per detik, padahal kebutuhan minimal untuk irigasi mencapai 130 kubik per detik,” ujar Husni di Pinrang, Selasa (21/7).

Pemerintah Kabupaten Pinrang menyalurkan dua unit pompa air kepada kelompok tani di Padang Loang, Kecamatan Patampanua, Rabu (22/7). Bupati Pinrang, H.A. Irwan Hamid, meninjau langsung lokasi dan menyerahkan bantuan tersebut.

“Pompa ini diberikan agar petani bisa mempertahankan lahannya di tengah menurunnya debit irigasi,” kata Irwan.

Pemkab juga melakukan pompanisasi di Desa Salipolo dengan mengambil air dari Sungai Saddang serta mengatur ulang distribusi irigasi di sejumlah titik, termasuk di Pekkabata dan jaringan sekunder Jampue.

Selain itu, Irwan meninjau Bendungan Benteng dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sawitto. Ia meminta pengelolaan elevasi air dilakukan secara bijak agar kebutuhan energi dan pertanian tetap seimbang.

Husni berharap dampak El Nino segera berakhir agar debit air Bendungan Benteng kembali normal. Pemerintah daerah menargetkan produktivitas pertanian tetap terjaga guna mempertahankan ketahanan pangan dan peran Pinrang sebagai lumbung pangan Sulawesi Selatan. (*)

Supala Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 7   +   7   =