Scroll untuk baca artikel
Supala Media
Supala Media
Uncategorized

Traktir Teman Ternyata Bisa Bikin Lebih Bahagia, Ini Penjelasan Ilmiahnya

×

Traktir Teman Ternyata Bisa Bikin Lebih Bahagia, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sebarkan artikel ini
Traktir Teman Ternyata Bisa Bikin Lebih Bahagia, Ini Penjelasan Ilmiahnya Supalamedia
AI

SUPALA — Mentraktir teman atau membelanjakan uang untuk orang lain ternyata tidak hanya menyenangkan bagi penerimanya, tetapi juga dapat meningkatkan kebahagiaan bagi pemberinya. Hal ini bahkan telah dibuktikan melalui berbagai penelitian ilmiah.

Dalam kajian psikologi, perilaku membelanjakan uang untuk orang lain dikenal dengan istilah prosocial spending. Sejumlah studi menunjukkan bahwa tindakan tersebut dapat meningkatkan tingkat kebahagiaan seseorang, bahkan lebih tinggi dibandingkan ketika seseorang membelanjakan uang untuk dirinya sendiri.

Supala Media

Secara ilmiah, ketika seseorang memberi kepada orang lain, tubuh akan melepaskan hormon dopamin dan endorfin. Kedua hormon ini berperan dalam menciptakan perasaan senang, tenang, serta meningkatkan suasana hati.

Para peneliti menyebut efek psikologis ini sebagai “helper’s high”, yaitu kondisi ketika seseorang merasa lebih baik setelah membantu orang lain. Selain meningkatkan perasaan bahagia, tindakan memberi juga terbukti mampu mengurangi stres serta meningkatkan kepuasan hidup.

Tidak hanya berdampak pada kondisi psikologis, membelanjakan uang untuk orang lain juga dapat memperkuat hubungan sosial. Mengeluarkan uang untuk keluarga, teman, atau berdonasi untuk tujuan sosial dapat menciptakan ikatan emosional yang lebih dalam. Hubungan sosial yang kuat sendiri merupakan salah satu faktor utama yang mempengaruhi kebahagiaan seseorang.

Menariknya, kebahagiaan dari tindakan memberi tidak selalu bergantung pada jumlah uang yang dikeluarkan. Penelitian menunjukkan bahwa bahkan dengan jumlah kecil, misalnya sekitar 5 dolar AS atau sekitar Rp75 ribu, seseorang sudah dapat merasakan peningkatan kebahagiaan ketika uang tersebut digunakan untuk membantu orang lain.

Kebahagiaan tersebut juga muncul karena adanya rasa puas ketika melihat dampak positif dari bantuan yang diberikan, seperti membantu kebutuhan orang lain atau mendukung masa depan seseorang melalui pendidikan.

Riset lain juga menunjukkan bahwa orang yang menggunakan bonus atau pendapatan tambahan untuk membantu orang lain cenderung merasa lebih bahagia dibandingkan mereka yang membelanjakannya hanya untuk kepentingan pribadi.

Dengan demikian, memberi kepada orang lain bukan sekadar tindakan sosial, tetapi juga dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk meningkatkan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari (*)

 

Sumber jurnal : https://pubmed.ncbi.nlm.ni

Supala Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 2   +   9   =