SUPALAMEDIA— Gorengan tampaknya telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup dan konsumsi harian masyarakat Kabupaten Pinrang. Berdasarkan data terbaru yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2025, Kabupaten Pinrang menempati posisi kedua tertinggi di Sulawesi Selatan (Sulsel) dalam hal rata-rata pengeluaran per kapita untuk membeli gorengan.
Warga Kabupaten Pinrang rata-rata menghabiskan uang sebesar Rp 3.227 setiap minggunya hanya untuk menikmati aneka gorengan seperti tahu, tempe, bakwan, hingga pisang goreng dan jenis gorengan lainya.
Angka ini menempatkan Pinrang tepat di bawah Kabupaten Sinjai yang memimpin di posisi puncak dengan pengeluaran Rp 3.281 per minggu. Yang cukup menarik, tingkat konsumsi gorengan warga Pinrang berada jauh dengan daerah besar lainnya di Sulawesi Selatan. Sebagai perbandingan, Kota Makassar justru berada di papan tengah (peringkat ke-9) dengan rata-rata pengeluaran Rp 2.270 per minggu.
Baca Juga:
Posisi Pinrang yang menduduki peringkat dua teratas ini menunjukkan tingginya daya beli serta kuatnya kultur jajanan gorengan di tengah masyarakat lokal. Gorengan tidak hanya dinikmati sebagai camilan santai, tetapi telah menjadi menu favorit pelengkap aktivitas harian warga Pinrang.
Tingginya angka pengeluaran ini sekaligus menjadi indikator positif bagi geliat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya para pedagang kaki lima dan penjual gorengan di wilayah Kabupaten Pinrang yang terus diminati masyarakat.
Berikut datanya:
Baca Juga:
Peringkat 1: Sinjai (Rp 3.281)
Peringkat 3: Pangkajene dan Kepulauan (Rp 3.162)
Kota Parepare: Peringkat 6 (Rp 2.852)
Baca Juga:
Kota Makassar: Peringkat 9 (Rp 2.270)
Terendah: Tana Toraja (Rp 944)









