SUPALAMEDIA– Puluhan kapal nelayan memadati perairan Desa Ujung Labuang, Kecamatan Suppa, dalam gelaran Pesta Nelayan, Rabu (8/7).
Tradisi tahunan itu tidak hanya menjadi ajang syukur atas hasil laut, tetapi juga simbol kebersamaan masyarakat pesisir yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan tangkap.
Kepala Desa Ujung Labuang, Ruslan, mengatakan kegiatan itu merupakan warisan turun-temurun yang terus dijaga warga. “Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya bersyukur atas hasil laut yang diberikan Allah SWT, tetapi juga memperkuat kebersamaan agar tradisi ini tetap lestari,” ujarnya.
Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Pinrang memandang pesta nelayan memiliki potensi besar di luar aspek seremonial.
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Pinrang, Drs. H. Abdul Rahman Mahmud, yang hadir mewakili Bupati, menyebut tradisi itu bisa menjadi daya tarik wisata budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal.
“Kegiatan ini memiliki manfaat besar. Selain menjaga warisan budaya pesisir, juga berpotensi menggerakkan sektor pariwisata yang berdampak pada ekonomi pelaku UMKM, pedagang, hingga nelayan,” ujarnya.
Baca Juga:
Ia berharap agenda ini terus dikembangkan menjadi even wisata budaya yang dikenal luas dan memberi manfaat berkelanjutan.
Ketua Karang Taruna Kabupaten Pinrang, A. Ichsan Aswad Putra Irwan, mengapresiasi tingginya partisipasi generasi muda dalam penyelenggaraan pesta nelayan tahun ini. Menurutnya, itu menandakan kecintaan terhadap adat dan budaya daerah tetap tumbuh di tengah arus modernisasi.
“Kami berharap pemuda terus menjadi garda terdepan melestarikan budaya daerah. Jangan malu menunjukkan identitas sebagai generasi Pinrang melalui kegiatan adat dan budaya seperti ini,” ucapnya.
Baca Juga:
Pemerintah Kabupaten Pinrang berharap Pesta Nelayan tidak sekadar lestari, tetapi juga menjadi kekuatan baru bagi pertumbuhan ekonomi, pariwisata, dan kebanggaan terhadap budaya lokal sebagai identitas daerah. (*)









