Pemerintah Kabupaten Pinrang memompa air Sungai Saddang ke Saluran Induk Pekkabata untuk menambah pasokan air bagi areal persawahan masyarakat yang masih membutuhkan air.
Langkah itu merupakan upaya pemerintah membantu petani menghadapi dampak kemarau panjang.
Wakil Bupati Pinrang Sudirman Bungi meninjau langsung pelaksanaan pompanisasi tersebut di Desa Massewae, Kecamatan Duampanua, Jumat kemarin.
Baca Juga:
Menurutnya, ketersediaan air menjadi faktor penting untuk menjaga produktivitas pertanian. Karena itu, Pemerintah Kabupaten Pinrang bersama pihak terkait terus mencari solusi agar keterbatasan debit air tidak berdampak lebih besar terhadap petani.
“Yang kita lakukan ini adalah bagaimana air yang tersedia bisa dimanfaatkan untuk membantu pertanaman masyarakat. Harapannya, kebutuhan air untuk sawah tetap terpenuhi sehingga petani bisa mempertahankan pertanamannya dan tidak mengalami kerugian akibat kekeringan,” ujarnya.
Pompanisasi tersebut saat ini didukung 10 mesin perahu ponton dan enam unit pompa berukuran 6 inci. Air Sungai Saddang dipompa dan dialirkan menuju Saluran Induk Pekkabata agar suplai air ke saluran irigasi meningkat sehingga pelayanan air bagi lahan pertanian masyarakat lebih maksimal.
Baca Juga:
Sudirman menambahkan, pompanisasi merupakan bagian dari langkah penanganan pemerintah daerah untuk mengurangi dampak kekeringan terhadap sektor pertanian. Dukungan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) juga disiapkan agar penanganan kondisi darurat seperti keterbatasan air dapat dilakukan secara cepat.
“Petani adalah salah satu kelompok masyarakat yang sangat merasakan dampak musim kemarau. Karena itu, pemerintah harus hadir dan mengambil langkah agar produksi pertanian tetap bisa dipertahankan. Dengan tersedianya air, kita berharap tanaman masyarakat dapat terus tumbuh dan hasil pertanian tetap terjaga,” lanjutnya.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Pinrang A. Sinapati Rudy menyatakan pihaknya akan memperkuat sistem pompanisasi dengan menambah tiga unit pompa. Penambahan itu diharapkan meningkatkan volume air yang masuk ke Saluran Induk Pekkabata sehingga distribusi air ke areal persawahan lebih optimal.
Baca Juga:
Upaya yang telah berlangsung dua pekan tersebut diharapkan tidak hanya menjaga tanaman padi dari ancaman kekeringan, tetapi juga memberikan rasa aman bagi petani dalam mempertahankan mata pencaharian. Dengan terjaganya pertanaman, aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada sektor pertanian diharapkan tetap berjalan.
Pemerintah Kabupaten Pinrang akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan langkah penanganan kekeringan memberikan hasil maksimal dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Dalam peninjauan tersebut, Sudirman Bungi didampingi Kepala Dinas SDA-BK Bahrumsyah dan Camat Duampanua A. Satriadin.
Baca Juga:
Sebagai informasi Sungai Saddang merupakan salah satu sumber daya air paling vital. Menjadi urat nadi utama bagi sistem irigasi persawahan berskala besar di Kabupaten Pinrang, Enrekang, hingga Sidenreng Rappang (Sidrap). (*)









