Dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi kembali mencuat di SPBU 74.91.267, Desa Bungi, Kecamatan Duampanua. Seorang warga, Ardi, mendapati jatah BBM bersubsidi pada barcode kendaraannya berkurang meski tidak melakukan pengisian.
Ardi, warga Tuppu yang juga Ketua Pemuda Muhammadiyah Pinrang, mengatakan barcode itu ia buat sebelumnya atas bantuan petugas SPBU Bungi. “Jadi data saya tercatat di situ,” ujarnya kepada Media Supala,Selasa (27/10/2026)
Hal itu diketahui setelah Ardi melihat riwayat penggunaan barcode miliknya lewat aplikasi. Dalam riwayat tersebut, tercantum SPBU 74.91.267 Bungi sebagai lokasi pengisian terakhir.
Baca Juga:
“Saya tidak pernah mengisi BBM di SPBU Bungi, tapi riwayat aplikasi menunjukkan pengisian di sana,” katanya.
Ardi mengaku sudah mengonfirmasi langsung ke SPBU Bungi. Ia mengaku diminta salah satu pengawas SPBU agar masalah itu tidak dilaporkan.
“Saya diminta pengawas SPBU Bungi agar masalah ini didiamkan. SPBU siap mengganti dengan Pertamax,” tuturnya.
Baca Juga:
Ardi menduga pihak SPBU menyalahgunakan barcode miliknya. Menurutnya, karena barcode dibuat atas bantuan petugas SPBU, data miliknya tercatat di sistem SPBU tersebut.
Ia berharap pihak berwenang mengambil tindakan atas kejadian ini. Ardi meyakini praktik serupa bukan hanya menimpa dirinya.
“Bisa jadi ini kerja mafia yang bekerja sama dengan SPBU,” katanya. (*)







